Laman

Jumat, 13 Januari 2012

Narkobah Musuh Bangsa

Inilah fakta yang sangat mengerikan, yaitu tidak ada satupun provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia yang bebas dari penyalahgunaan dan pengedaran gelap narkoba. Fakta lain yang yang tidak kalah mengerikan adalah meningkatnya posisi Indonesia sebagai tempat transit jaringan perdagangan gelapnarkoba. Inilah perdagangan yang melibatkan Negara-negara di antaranya Thailand, Myanmar, Afghanistan, Pakistan, dan Nigeria. Lebih mengerikan lagi, perdagangan narkoba itu juga menjadi sarana untuk mencuci uang. Jumlah uang yang terlibat dalam peredaran gelap narkoba di Indonesia itu disebut-sebut mencapai Rp. 300 triliun per tahun.
Semua kenyataan yang seram itu harus pula ditambahkan dengan fakta lain yang juga mengerikan, yaitu betapa gampangnya pabrik-pabrik ekstasi gelap dengan kapasitas besar berdiri dan berproduksi. Sebagai gambaran, poloisi pernah membongkar pabrik ekstasi beromset Rp 50 miliar per minggu. Pabrik  di Tangerang itu memiliki kapasitas mencetak ekstasi 150.000 butir per hari. Polisi juga baru membongkar pabrik pil ekstasi lainya. Pabrik ini berproduksi dikawasan sebuah ruko di Cengkareng dan dapat mencetak 3.000 butir pil ekstasi dalam satu jam. Namanya saja pabrik gelap, sudah pasti tidak ada yang tahu, entah berapa banyak pabrik pembunuh manusia itu masih terus beroperasi dengan amannya di negeri ini.
Singkatnya, narkoba telah menjadi musuh besar bangsa ini, musuh yang konkret sekaligus abstrak, yang nayta sekalipun gelap. Itula musuh yang telah merasuki seluruh kawasan nusantara sehingga tidak ada lagi bagian tanah air yang bersih dari narkoba. itu berarti hancurnya generasi muda bangsa ini. Kehancuran secara nasional sebab pasar narkoba paling hebat adalan pada umur 15 hingga 24 tahun. Karena korban tidak selalu orang kaya, pengguna narkoba pun berkembang dwifungsi, yaitu pengguna sekaligus pengedar. Oleh karena itu, terciptalah sebuah mata rantai yang luar biasa hebat, yang menyebabkan Indonesia menjadi pasar narkoba yang menjanjikan.
Sudah pasti tidak mudah memberantas narkoba. Pertama, karena terkait dengan pencucian uang. Dengan kata lain, memberantas narkoba juga berarti harus pula memberantas praktik pencucian uanng. Kedua, karena Indonesia telah menjadi tempat transit internasional yang tergolong aman. Untuk memberantasnya, jelas diperlukan aparatur yang tegas, keras, dan yidak dapat disogok. Jadi, urusan memberabtas narkoba sebagai musuh bangsa, akhirnya bertemu dengan musuh bangsa lainnya, yaitu korupsi. Keduanya menjadi lingkaran setan, yang terkait satu dengan yang lain, yang ujung-ujungnya hanya memperlihatkan betapa lembeknya Indonesia sebagai bangsa.

CINTA DAN KASIH SAYANG ADALH LANDASAN DALAM KELUARGA YANG KOKOH

S
alah satu unsure kecantkan rohani adalah Cinta. Namun cinta seringkali disalah artikan oleh oleh banyak orang, terutama remaja-remaja yang selalu mengutamakan cinta. Kata-kata atau ungkapan  I Love You….Bahibbik….Aku Cinta Kamu…..,Aku Sayang Kamu………adalah sebuah lagu daalm kehidupan yang mendayu-dayu dikalangan manusia. Sulit membayang dunia tanpa cinta, hidup tanpa cinta, demikian penting cinta itu bagi manusia.
Dari sejak semula  Allah ciptakan manusia, cinta menjadi legenda yang tidak pernah hilang, kisah persteruan cintanya Habil dan Qobil, legenda Romeo dan Juliet, cerita romantisnya Qais dan Laela yang penuh pelajaran, semua menjadikan kita bertanya-tanya apa sebenarnya cinta itu. Manusia tega membunuh karena cinta, banyak manusia menjadi stress dan frustasi karena cinta. Cinta memang terkadang irrasional, penuh teka-teki. Manusia hanya melihat cinta dari ungkapan lahiriyah dan akibatnya. Demi  cinta seorang perempuan rela menyerahkan kehormatannya. Demi cinta manusia tidak bisa tidur karenanya. Dalam konsep islam cinta berarti kelembutan dan kecenderungan  hati kepada yang disenangi. Cinta adlah landasan dalam memilih jalan hidup dan kebahagiaan. Suatu hubungan akan hambar dan tiada rasa bila cinta tidak ada.
Menurut  Ibnu Qoyyim, ada tiga factor yang menyebabkan tumbuhnya cita
1.      Sifat atau suatu nilai lebih dari yang dimiliki oleh manusia sehingga timbul kekaguman kepadanya
2.      Perhatian yang sangat berlebihan terhadap sifat itu
3.      Hubungan antara keduanya yang mencinta dan dicinta




Terdapat dua unsure yang menumbuhkan cinta
*      Memandang dan memperhatikan
*      Mengagumi akan kelebihan
Maka dalam melamar seseorang (Khitbah) diisyaratkan untuk melihat calon pasangannya.  Lelaki mencintai perempuan dan perempuan mencintai laki-laki dalam segala hal yang wajar. Namun manusia kadang lupa diri dalam mengekspresikan cintanya kepada objek  syahwati  tersebut.  Allah mengingatkan dalam Al-Qur’an Al-Karim 
Yang  artinya :  “Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan” (QS. Al-Fajr 85,20)
Allah SWT,  Maha Pencipta, Maha Tahu, Maha Mengatur, manusia membutuhkan hubungan cinta yang  harmonis dan penuh berkah. Allah memberikan cara yang suci untuk melaksanakan rasa cinta yaitu pernikahan. Bagi manusia yang menggunakan logika (akal) cinta bermakna ketenangan, kasih sayang dan rahmat. Namun bagi yang menggunakan nafsu syahwat dan emosinya, cinta berarti pemuasan nafsu dan hasrat biologisnya atau mengumbar  keinginan tanpa kendali. Dengan kata lain, cinta adalah seks sehingga cinta dengan landasan nafsu sahwat ini akan hilang jika sudah terpenuhi kebutuhan seksnya.
Ibnu Qoyim menyatakan,  “hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta, cinta antara keduanya akan berakhirnya dengan sikap saling membenci dan bermusuhan. Karena bila keduanya telah merasakan kelezatan cita rasa cinta, akan menimbulkan keinginan lain yang tidak diperoleh sebelumnya. Cinta sejati lahir dari fitrah kebenaran dan nurani manusia, sedangkan cinta palsu hanya mementingkan pemenuhan nafsu syahwat belaka.
Semoga dengan cinta  suatu pasangan dapat saling mengerti, membina diri dalam rumah tanngga yang islami, member semangat dalam bekerja, dan yang terpenting adalah dapat membina serta mendidik putra-putri kita menuju islam, iman, ihsan, dan takwa yang tinggi sehingga dalam menjalani kehidupan ini akan senantiasa mendapat ridho Allah dan selamat dari siksa api neraka

Sabtu, 07 Januari 2012

Keterampilan Mengadakan Variasi Dalam Mengajar


Dalam keterampilan mengadakan variasi terdapat tiga aspek, atau komponen/kelompok diantaranya
1.    Variasi dalam cara/gaya mengajar guru, meliputi
a.        Variasi suara (teacher voice)
Variasi suara dalah perubahan suara dari keras menjadi lemah, dan tinggi menjadi rendah, dari cepat menjadi lambat.Suarang guru pada saat menjelaskan materi pelajaran hendaknya bervariasi, baik dalam intonasi, volume, nada dan kecepatan.
b.      Pemusatan perhatian siswa (focusing)
Perhatian menurut Ghozali adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa itu pun semata-mata tertuju kepada suatu obyek (benda/hal) atau sekumpulan obyek. menarik perhatian siswa itu sangatlah tidak mudah apalagi dalam jumlah siswa yang banyak, agar perhatian itu tetap ada perlu adanya prinsip-prinsip yakni :
-          Perhatian seseorang tertuju atau diarahkan pada hal-hal yang baru, jenis rangsangan baru yang dapat menarik perhatian termasuk warna dan bentuk.
-          Perhatian seseorang tertuju atau terarah pada hal-hal yang dianggap rumit. Bagi guru yang harus diingat adalah suatu pelajaran tidak boleh tampak terlalu rumit dan guru tidak boleh mempersulit pelajaran yang sederhana dikarenakan semata-mata untuk menarik perhatian siswa.
-          Guru mengarahkan perhatiannya pada hal-hal yang dikehendakinya, yaitu hal-hal yang sesuai dengan minat dan bakatnya.
c.       Kesenyapan atau kebisuan guru (Teaching Silence)
Kesenyapan adalah suatu keadaan diam secara tiba-tiba dari pihak guru ditengah-tengah menerangkan sesuatu. Adanya kesenyapan tersebut merupakan alat yang baik untuk menarik perhatian siswa. Dengan keadaan senyap atau diamnya guru secara tiba-tiba bisa menimbulkan perhatian siswa, sebab siswa begitu tahu apa yang terjadi dan demikian pula setelah guru memberikan pertanyaan kepada siswa alangkah bagusnya apabila diberi waktu untuk berfikir dengan memberi kesenyapan supaya siswa bisa mengingat kembali informasi-informasi yang mungkin ia hafal, sehingga bisa menjawab pertanyaan guru dengan baik dan tepat.
d.      Kontak pandang dan gerak (eye contact and movement)
bila guru berbicara atau menerangkan hendaknya mengarahkan pandangannya keseluruh kelas atau siswa, sebab menatap atau memandang mata setiap anak didik atau siswa bisa membentuk hubungan yang positif dan menghindari hilangnya kepribadian.
Adapun hal-hal yang harus dihindari guru selama presentasinya didepan kelas :
-       Melihat keluar ruang
-       Melihat kearah langit-langit
-       Melihat kearah lantai
-       Melihat hanya pada siswa tertentu atas kelompok siswa saja
-       Melihat dan menghadap kepapan tulis saat menjelaskan kecuali sambil menunjukkan sesuatu.
e.       Gerakan anggota badan atau mimic
Variasi dalam ekspresi wajah guru, gerakan kepala, gerakan tangan dan anggota badan lainnya adalah aspek yang sangat penting dalam berkomunikasi, gunanya adalah untuk menarik perhatian dan untuk menyampaikan arti dari pesan lisan yang dimaksudkan untuk memperjelas penyampaian materi.
f.       Perpindahan posisi guru dalam kelas (teachers movement).
Perpindahan posisi guru dalam ruang kelas dapat membantu dalam menarik perhatian anak didik, dapat pula meningkatkan kepribadian guru dan hendaklah selalu diingat oleh guru, bahwa perpindahan posisi itu jangan dilakukan secara berlebihan. Bila dilakukan berlebihan guru akan kelihatan terburu-buru, lakukan saja secara wajar agar siswa bias memperhatikan.
Perpindahan posisi dapat dilakukan dari muka ke bagian belakang, dari sisi kiri ke sisi kanan, atau diantara anak didik dari belakang kesamping anak didik. Dapat juga dilakukan dengan posisi berdiri kemudian berubah menjadi posisi duduk dan diam di tempat lalu berjalan-jalan mengelilingi siswa dan sebagainya.

2.    Variasi Dalam Penggunaan Media dan Bahan Pengajaran
Media dan alat pengajaran, jika ditijau dari indra yang digunakan dapat digolongkan menjadi:
1.        Yang dapat didengar
2.        Yang dapat dilihat dan dirasa
3.        Di bau (dicium) atau manipulasi dan digerakkan.

Pertukaran penggunaan dari jenis yang satu ke jenis yang lain misalnya dari media gambar ke tulisan di papan tulis mengharuskan anak menyesuaikan alat indranya sehingga lebih dapat mempertinggi perhatianya. Jenis variasi ini dapat digolongkan : 
1.        Variasi alat / bahan yang dapat didengar
Seperti : Gerafik, gambar dipapan tulis, film, tv, peta poster, dll.  
2.        Variasi alat / bahan yang dapat didengar
Variasi suara guru, dengan selingan suara rekaman, radio.
3.        Variasi  alat / bahan yang dapat diraba.
Seperti : Patung, alat mainan, bintang hidup yang memungkinkan untuk  dapat dimanipulasi / diraba.







3.    Variasi Pola Interaksi Dan Kegiatan Siswa
Penggunan variasi pola interaksi ini dimaksudkan untuk meningkatkan interaksi guru-siswa dan siswa-siswa agar kegiatan pembelajaran tidak menimbulkan kebosanan, kejenuhan, suasana kelas pun menjadi hidup. Dengan mengubah pola interaksi ini guru dengan sendirinya mengubah kegiatan belajar murid, tingkat dominasi guru, keterlibatan murid dll.
Seperti :
·         Siswa bekerja dalam kelompok kecil,
·         Tukar pendapat melalui diskusi,  
·         Demonstrasi tanpa campur tangan guru.

8 Keterampilan Dasar Mengajar


Pertama, keterampilan bertanya yang mensyaratkan guru harus menguasai teknik mengajukan pertanyaan yang cerdas, baik keterampilan bertanya dasar maupun keterampilan bertanya lanjut
Kedua, keterampilan memberi penguatan. Seorang guru perlu menguasai keterampilan memberikan penguatan karena penguatan merupakan dorongan bagi siswa untuk meningkatkan perhatian.
Ketiga, keterampilan mengadakan variasi, baik variasi dalam gaya mengajar, penggunaan media dan bahan pelajaran, dan pola interaksi dan kegiatan
Keempat, keterampilan menjelaskan yang mensyaratkan guru untuk merefleksi segala informasi sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Setidaknya, penjelasan harus relevan dengan tujuan, materi, sesuai dengan kemampuan dan latar belakang siswa, serta diberikan pada awal, tengah, ataupun akhir pelajaran sesuai dengan keperluan.
Kelima, keterampilan membuka dan menutup pelajaran. Dalam konteks ini, guru perlu mendesain situasi yang beragam sehingga kondisi kelas menjadi dinamis.
Keenam, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil. Hal terpenting dalam proses ini adalah mencermati aktivitas siswa dalam diskusi.
Ketujuh, keterampilan mengelola kelas, mencakupi keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal, serta pengendalian kondisi belajar yang optimal.
Kedelapan, keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan, yang mensyaratkan guru agar mengadakan pendekatan secara pribadi, mengorganisasi-kan, membimbing dan memudahkan belajar, serta merencanakan dan melaksana-kan kegiatan belajar-mengajar.